Kamis, 03 Desember 2015

BERBAGI TIDAK HARUS MAHAL


  Awal dari kepedulian kami untuk orang-orang sekitar yang kebanyakan berada di jalanan adalah berbagi sebungkus nasi di sekitar simpang lima. Ini adalah sebuah tindakan yang sederhana, tidak memerlukan banyak biaya tetapi sangat bermanfaat bagi orang-orang yang hidup di jalanan.
Kami tidak memandang latar belakang mereka. Bagaimana perilaku mereka, baik atau sangat tidak terkontrol. Tetapi karna sebuah niat untuk berbuat baik kami dapat berbaur dengan mereka tanpa batas.
Mereka dengan lancarnya menceritakan setiap kisah hidup mereka. Susahnya hidup di jalanan yang tak dapat di prediksi. Pengalaman yang selalu berbeda di setiap harinya. Juga tak dapat dengan enaknya memilih makanan enak yang di inginkan. Itu sebuah pelajaran bagi kami untuk lebih menerima apa yang kami miliki sekarang.
Pertama kami berbagi dengan tukang becak. Kami merasa sangat senang mereka menerimanya dengan senyum bahagia. Senyum itu membuat saya pribadi sangat senang bahwa mereka menerima nasi bungkus pemberian kami dengan sukacita. Pembelajaran yang dapat saya ambil dari para tukang becak itu adalah sebuah nilai solidaritas. Ketika saya memberi salah satu dari mereka, beliau meminta kepada saya untuk juga memberikan nasi bungkus itu kepada ibu-ibu yang meminta-minta di pinggir jalan.
 Lalu kami membagikan nasi bungkus kepada bapak tukang sapu. Saat itu beliau sedang beristirahat setelah menyapu sekitar tempat yang sudah di tentukan. Dengan memakai seragam, beliau menceritakan berapa yang ia dapat sehari dengan menyapu jalan selama beberapa jam. Beliau mendapat bagian menyapu di sekitar jalan sebelah kanan masjid yang berada simpang lima. Nilai yang saya dapat dari bapak tukang sapu adalah menjalani dengan total kegiatan yang ada setiap harinya tanpa keluh kesah.
Kami membagikan kepada sekelompok bapak-bapak yang sedang berkumpul di bawah pohon. Mereka dengan kompaknya berkata terima kasih dan mengucapkan doa bagi kami untuk dapat lebih di bei berkah oleh Tuhan. Saya mendapatkan nilai dari beliau adalah terus mensyukuri kehidupan ini dengan lapang dada tanpa tuntutan. Tetapi juga diimbangi dengan sebuah usaha-usaha.
Ini sebagian orang yang kelompok saya beri nasi bungkus. Saya menyakini kegiatan ini dari ayat alkitab di dalam Imamat 19:18 yang berbunyi  “Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah Tuhan”.  Dari ayat ini saya menekankan nilai mengasihi manusia tanpa memandang siapa dan mengapa melakukannya. Tuhan menghendaki setiap manusia saling berbuat baik dalam kasih. Karena kasih akan memancarkan sebuah kedamaian. Jadi dengan awal mengasihi akan memunculkan nilai-nilai kebaikan di kedepannya.